CHAVES DAN PERUBAHAN RADIKAL EKONOMI BOLIVARIAN

hg

Bolivarian atau sebutan untuk Negara Venezuela, sebuah Negara berkembang yang namanya tidak dapat diremehkan dikancah internasional, sebut saja dalam beberapa tahun terakhir ini mahkota Miss Universe beberapa kali disematkan kepada wanita wanita cantik dari Venezuela. Tidak hanya itu, satu hal yang sangat identik dan dikenal oleh dunia tentang Venezuela yaitu seorang pemimpinnya yang sangat berkontribusi besar dalam perkembangan Venezuela.

Terpilihnya Hugo Chaves dalam pemilu Venezuela tahun 1998 adalah awal dari kebangkitan rakyat Venezuela. Tokoh yang beraliran “kiri” ini memberikan banyak perubahan terutama di bidang ekonomi Venezuela. Perubahan di Venezuela kemudian menyebar ke berbagai negara disekitarnya. Hal ini ditandai kemenangan sejumlah tokoh ‘kiri’ dalam pemilu disejumlah negara Amerika Latin lainnya seperti: Ricardo Frolian Lagos Escobar di Cile (2000); Luiz Ignacio Lula da Silva di Brazil (2002); Nestor Kirchner di Argentina (2003); Tabare Ramon Vasquez Rosas di Urugay (2004); Juan Evo Morales Ayma di Bolivia (2005); Veronica Michelle Bachelet Jeria di Cile (2005); Luiz Ignacio Lula daSilva di Brazil (2006); dll. Kemenangan tokoh-tokoh berhaluan ‘kiri’ itu menempatkan hampir semua negara Amerika Latin pada posisi yang secara diametral menentang neoliberalisme

Perkembangan Sistem Perekonomian Venezuela

Restrukturisasi ekonomi dengan resep neoliberal yang diusung presiden Carlos Andres Perez dimasa pemerintahannya tidak serta merta memperbaiki perekonomian Venezuela yang saat itu mengalami krisis yang terus menghantui pemerintahan Venezuela sejak dari beberapa presiden-presiden sebelumna. Resep neoliberal yang mengeluarkan kebijakan suku bunga mengambang, kenaikan pajak disektor pelayanan public, kenaikan upah hanya sebesar 5%, penghapusan tarif impor secara progresif, pengurangan 4% dalam defisit anggaran dan pendapatan negara, pelemahan buruh melalui sistem ikatan kerja yang lebih fleksibel, pencabutan subsidi pupuk, dan privatisasi BUMN. Dekrit eksekutif mengijinkan perusahaan asing untuk membayarkan 100% keuntungan mereka ke negara asal. Akibat kebijakankebijakan neoliberal ini, Inflasi mencapai 80,7%, upah riil menurun hingga 40%, pengangguran mencapai 14%, angka kemiskinan meningkat dari 43,9% pada tahun 1988 menjadi 66,5% pada tahun 1989, dan jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan meningkat hingga 84%. Dalam waktu tiga tahun masa kekuasaan Perez, sekitar 600 ribu penduduk pindah ke kota-kota dan mengakibatkan jumlah tenaga kerja sector pertanian merosot sampai 90% (Soyomukti, 2008:55).

Semakin parahnya krisis ekonomi Venezuela dijaman presiden Carloz Adres Perez dibawah kebijakan Neoliberalisme yang dipimpin oleh kalangan kapitalis Venezuela menggerakan Hugo Rafael Chaves Frias bersama Barisan Bolivarian Revolution bentukannya untuk melakukan pemberontakan atas pemerintahan saat itu yang dipimpin oleh Presiden Carlos Andreas Perez. Akibat pemberontakan ini ternyata dapat melambungkan nama Chaves. Hal ini terbukti dengan kemenangan Chaves dalam pemilu tahun 1988 dan ini merupakan awal dari perubahan radikal Venezuela yang semakin menjauhi dunia barat.

Venezuela ditangan presiden Hugo Chaves menganut sistem perekonomian sosialis. Pada dasarnya Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas, dan lain sebagainya. Salah satu langkah yang diambil Chaves yaitu menasionalisasikan beberapa perusahaan di venezuela seperti perusahaan telekomunikasi, baja, semen, listrik dan sector perbankan.

Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Venezuela

Serangkaian langkah perubahan kebijakan secara radikal yang ditempuh oleh Chaves dalam rangka meraih control atas sumber daya ekonomi dalam negeri sekaligus untuk memutus ketergantungan atas negara-negara imperialis. Hal ini tentunya menunjukan bahwa strategi yang digunakan dalam pembangunan ekonomi di Venezuela yaitu mengarah kepada Strategi Pertumbuhan. Dengan strategi ini pembangunan ekonomi akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan memusat, sehingga menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.

Adapun beberpa langkah yang diambil dalam perencanaan pembangunan yang dilakukan chaves yaitu:

1. Pembaruan Ekonomi

Demi merangsang pertumbuhan ekonomi, Presiden Hugo Chaves mengeluarkan Undang-undang Reformasi kepemilikan tanah, Undang-undang Hidrokarbon. Pematokan mata uang Venezuela pada dollar,

2. Reformasi Sistem Keuangan Negara

Sejak tahun 1999, Pemerintah Bolivarian telah memikirkan untuk mengonsolidasikan sistem keuangan Negara secara strategis dalam rangka menguatkan kedaulatan ekonominya. Di bawah dekrit No. 411, sebuah Undang-Undang yang mengatur Sistem Keuangan Negara pada 25 Oktober 1999, telah dikeluarkan. Instrumen ini dimaksudkan untuk mendukung integrasi sistem perbankan negara dalam sebuah sistem yang unik, koheren, dan efisien. Segera, BCV akan mengambil bagian dalam sistem tersebut, dipadukan oleh Bank Industrial Venezuela

3. Pembentukan ALBA

ALBA (Alternativa Bolivariana para las Americas) merupakan kerjasama regional di kawasan Amerika Latin dan Karibia. Kerjasama yang diajukan pada Desember 2001 ini merupakan alternative terhadap FTAA (Free Trade Area of Americas) pada Association of Caribbean States Summit. Pada Desember 2004, Venezuela dan Kuba mendatangani perjanjian kerjasama dalam kerangka ALBA, dimana pada awalnya kerjasama ini untuk menyeimbangi FTAA yang didominasi oleh Amerika Serikat. Melalui strategi ini pula, Chavez dan Castro berhasil mengkonsolidasikan penolakan terhadap FTAA sekaligus mendeklarasikan ALBA—the Bolivarian Alternative for the Americas (Alternatif Bolivarian untuk Rakyat Amerika) di Mar del Plata, Argentina di penghujung 2005 lalu.

 4. Pembentukan Bank selatan

Revolusi Bolivarian Venezuela, muncul dengan gagasan yang lebih realistis dengan dampak struktural yang panjang. Di bawah Chavez, negara penghasil minyak terbesar di kawasan itu, membentuk sebuah lembaga yang disebut Compensatory Funds of Structural Convergence. Tujuannya, mengurangi kesenjangan dalam level pembangunan negara-negara dan sektorsektor produktif, membentuk mekanisme yang tepat bagi tujuan-tujuan ekonomi dan sosial, mendefinisikan pengertianpengertian pembangunan secara jelas, dan menentukan bagaimana mekanisme tindak lanjutnya. Melalui program Compensatory Funds ini, Venezuela kini telah muncul sebagai negara donor baru di Amerika Latin, menggantikan keberadaan IMF. Akibatnya, dilaporkan bantuan IMF di kawasan itu jatuh sebesar US$50 juta, atau kurang dari satu persen dari portofolio global, dibandingkan dengan 80 persen pada 2005. Dan tampaknya, kejadian ini akan terus berlanjut. Menurut laporan harian bisnis Bloomberg, Venezuela saat ini memiliki dana cadangan sebesar US$34 milyar. Chavez juga, mengontrol US$18 milyar dana kontan yang disebut Ponden, yang ditransfer dari Bank Sentral dan perusahaan minyak negara Petroleos de Venezuela SA (PDVSA). Dan berbeda dengan lembaga-lembaga keungan internasional dan pemerintah Negara-negara G-7, bantuan Venezuela ini tidak disertai dengan persyaratan apapun yang mesti dijalankan negara penerima bantuan. Inilah yang disebut sebagai Solidaritas Bolivarian. Untuk melembagakan program Solidaritas Bolivarian ini, Chavez mengusulkan agar dibentuk Banco del Sur atau Bank of the South. Menurut Chavez, dalam pidatonya di hadapan ribuan pendukungnya di Bueonos Aires, Argentina, pendirian Banco del Sur ini dimaksudkan untuk menghentikan lingkaran setan kemiskinan utang luar negeri.

 5. Diversifikasi Ekonomi

Dalam upaya memutus ketergantungan ekspor minyak ke Amerika Serikat, Venezuela juga telah memutuskan mendiversifikasi negara tujuan ekspor hidrokarbon (Minyak, Gas, produk-produk Kimia-minyak) di luar pasar Amerika Serikat

 6. Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan

Banyaknya pemodal-pemodal asing yang menguasai industry di Venezuela disaat jaman pemerintah neoliberal yang semakin merugikan Negara saat itu mendorong keinginan Chaves untuk menasionalisasikan perusahaan-perusahaan yang yang telah meraup untuk besar dari kekayaan Venezuela terutama kekayaan minyaknya. Dengan langkah ini maka pemerintah dapat melakukan kontrol terhadap keuntungan Venezuela dan juga kontrol terhadap pasar minyak dunia.

CaracasCentre

Peta Perekonomia Venezuela

Keadaan sosial di Venezuela selama pemerintahan CHAVEZ sangat menunjukan perubahan yang signifikan seperti tingkat kemiskinan yang berkurang dari hampir 50% pada tahun 1999 menjadi sekitar 27% pada tahun 2011, meningkatnya minat rakyatnya terhadap pendidikan, angka kematian bayi dan anak secara substansinal mulai berkurang, dan peningkatan akses terhadap air minum dan sanitasi. Misi yang didedikasikan untuk pendidikan, gizi, kesehatan, dan sanitasi ini didanai melalui pendapatan minyak. Keberlanjutan kemajuan ini masih dipertanyakan, namun, sebagai kelanjutan dari program-program sosial tergantung pada kesejahteraan industri minyak Venezuela. Dalam jangka panjang, pendidikan dan pelayanan kesehatan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan pendapatan.

Venezuela masih sangat tergantung pada pendapatan minyak, yang mencakup sekitar 96% dari pendapatan ekspor, sekitar 45% dari anggaran pendapatan, dan sekitar 12% dari PDB. Didorong oleh harga minyak yang tinggi, pengeluaran pemerintah pra-pemilu membantu memacu pertumbuhan PDB pada 2013 5,6%. Pengeluaran pemerintah, kenaikan upah minimum, dan peningkatan akses kredit domestik menciptakan peningkatan konsumsi yang dikombinasikan dengan masalah pasokan menyebabkan inflasi yang lebih tinggi – sekitar 20% pada tahun 2012 dan meningkat menjadi lebih dari 56% pada 2013 dan 60% pada tahun 2014.

Upaya Akhir Presiden Hugo CHAVEZ untuk meningkatkan kontrol pemerintah dari perekonomian dengan menasionalisasi perusahaan-perusahaan agribisnis, sektor keuangan, konstruksi, minyak, dan baja menyakiti lingkungan investasi swasta, mengurangi kapasitas produktif, dan memperlambat ekspor non-minyak. Di bawah pemerintahan baru stelah sepeninggalan Hugo Chaves, Presiden Nicolas Maduro, Venezuela terus bergulat dengan perumahan dan listrik krisis dan rolling makanan dan barang kekurangan, akibat kebijakan yang tidak lazim ekonomi pemerintah. Defisit anggaran untuk sektor publik mencapai 17% dari PDB pada tahun 2012 dan tetap di atas 10% dari PDB pada tahun 2014. Pemerintah Venezuela telah mempertahankan rezim kontrol devisa mata uang yang ketat sejak tahun 2003. hukum Venezuela sekarang menitikberatkan pada sistem nilai tukar “three-tiered” , dimana nilai tukar berdasarkan prioritas impor pemerintah.

Berikut Data pendapatan Venezuela dijaman Hugo Chaves dan pemerintah yang baru:

fasd

Dari data diatas dapat kita lihat bahwa masa pemerintahan Hugo Chaves sangat memberikan kontribusi yang lebih karena untuk tahun 2012 dan 2013 diakhir masa pemerintahanya pendapatan Venezuela lebih baik dibandingkan pendapatan pada tahun 2014 dibawah pemerintahan Venezuela yang baru saat ini.

Referensi:

https://www.cia.gov/library/publications/resources/the-world-factbook/geos/ve.html

http://venezuelanalysis.com/basicfacts

http://www.heritage.org/index/country/venezuela

Soyomukti, Nurani. 2007. Revolusi Bolivarian Hugo Chavez dan Politik Radikal. Yogyakarta: Resist Book

Ma’arif, Syamsul. 2012. Neososialisme Kebijakan Ekonomi Politik (Pengalaman Venezuela DiBawah Hugo Chavez).Lampung: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan

Advertisements

Tugas 4 Softskill Analisis Laporan Keuangan

PENGENDALIAN INTERN PENGGAJIAN

Soal:

PT A memperkerjakan 50 buruh produksi dan mempunyai prosedur penggajian sebagai berikut: Mandor pabrik mewawancarai pelamar dan berdasarkan wawancara tersebut ia menerima atau menolak pelamar tersebut. Saat pelamar direkrut ia menyiapkan formulir A1 dan memberikan ke mandor, mandor menuliskan tariff upak per jam untuk pegawai baru disudut formulir dan memberikannya ke bagian payroll sebagai pemberitahuan bahwa pekerja tersebut telah ditetapkan sebagai pegawai, mandor menyarankan bagian penggajian untuk menyesuaikan tariff. Setiap pekerja mengambil kartu absen pada senin pagi, mengisi namanya dan mencatat waktu kedatangan dan kepulangan tiap hari. Pada akhir minggu pekerja memasukan kartu absen untuk didata bagian payroll. Payroll mencatat transaksi penggajian dan memutakhirkan data. Cek gaji manual ditandatangani akuntan dan diberikan kepada mandor, mandor membagikan cek ke pegawai. Rekening gaji direkonsiliasi oleh akuntan kepala yang juga meyiapkan laporan pajak penghasilan bulana dan tahunan, tugas anda!!

a. Sebutkan kelemahan paling serius dalam struktur pengendalian intern dan nyatakan salah saji yang mungkin dihasilan dari kelemahan tersebut! Apa saran anda?

b. Apa tujuan dari pengamatan pembyaran gaji yang mendadak, bagaimana prosedurnya?

Jawab:

a. Kelemahan yang paling serius dalam sistem pengendalian intern siklus penggajian PT A tersebut adalah

  • Sistem pencatatn gaji yang manual
  • Pegawai bersangkutan mencatat sendiri kartu absennya
  • Tidak ada pemisahan tugas untuk orang yang menandatangani cek, merekonsiliasi dan menyiapkan laporan pajak bulanan dan tahunan

Salah saji yang mungkin timbul dari kelemahan diatas dalah salah saji laba bersih perusahaan secara material, hal ini karena bisa saja terjadinya kesalahan dalam penetapan beban gaji akibat dari kecurangan yang dilakukan oleh pegawai ataupun akuntan kepala.

Saran untuk perbaikan kelemahan diatas seharusnya PT A menggunakan teknologi yang lebih canggih atau terkomputerisasi dalam pencatatan absen dan tidak diisi sendiri oleh pegawai yang bersangkutan. Serta harus adanya pemisahan tugas pada bagian akuntan.

b. Tujuan dari pengamatan gajiyang mendadak adalah untuk melakukan pengujian penggajian fiktif yang timbul dari defalkasi (kebohongan) yang dilakukan oleh pihak-pihak internal. Prosedurnya:

  • Masing-masing pegawai menerima dan menandatangani cek didepan penyelia dna auditor
  • Cek yang tidak diklaim harus menjadi subjek investigasi yang ekstensif untuk menentukan apakah cek yang tidak dikalim itu curang.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (SOFTSKILL TUGAS 3)

1. RASIO LIKUIDITAS

Image

2. RASIO PENGELOLAAN AKTIVA

Image

3. RASIO MANAJEMEN HUTANG

Image

CONTOH KASUS!!!

PT ABC mempunyai data sebagai berikut:

Image

Tentukan Rasio Likuiditas, Rasio Pengelolaan Aktiva dan Rasio Manajemen Hutang dari data diatas!!!

Jawab:

1. RASIO LIKUIDITAS

Image

2. RASIO PENGELOLAAN AKTIVA

Image

Ket:

*Aktiva Tetap Bersih = AKTIVA TETAP – DEPRESIASI

*∑AKTIVA = KAS & SETARA KAS + PERSEDIAAN + PIUTANG + AKTIVA TETAP-DEPRESIASI

 

3. RASIO MANAJEMEN HUTANG

Image

Ket:

*∑HUTANG =HUTANG BANK + HUTANG WESEL+HUTANG OBLIGASI+HUTANG HIPOTIK

*∑AKTIVA = KAS & SETARA KAS + PERSEDIAAN + PIUTANG + AKTIVA TETAP-DEPRESIASI

TUGAS SOFTSKILL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN (INVESTASI)

 

 

TUGAS SOFTSKILL ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

1. Tn A menginvestasikan uang Rp.2.500.000 untuk usaha jagung bakar yang diharapkan menghasilkan keuntungan 25%, tingkat keuntungan ini tetap. Berapa nilai keuntungan 8 tahun mendatang?
Jawab:

Image

2. Tn B Harus membayar pokok pinjaman Rp 28.700.000 pada 20 tahun mendatang berapa nilai uang itu pada saat ini jika tingkat suku bunga 13%?
Jawab:

Image

3. Suatu Proyek yang berbiaya modal proyek sebesar 25% memiliki perkiraan arus kas :

Image

Dit.
A. Berapa Nilai NPv?

Image

B. Berapa Nilai IRR?(25-30%)

Image

C. Kesimpulan?

Jawab

NPV dan IRR

Image

Ket.

a. NPv 25 % = (75.712,00)
NPv 26 % = (90.411,84)
NPv 27 % = (104.693,59)
NPv 28 % = (118.573,59)
NPv 29 % = (132.067,43)
NPv 30 % =(145.189,92)

b. IRR 25% dgn 26% = 19,85%
IRR 25% dgn 27% = 19,78%
IRR 25% dgn 28% = 19,70%
IRR 25% dgn 29% = 19,63%
IRR 25% dgn 30% = 19,55%

c. Kesimpulan
Karena NPv dan IRR bernilai negative (-) , maka Investasi tidak Diterima

 

 

Sistem Informasi Piutang (tugas 3 softskill SIM)

SISTEM INFORMASI PIUTANG

       Salah satu tujuan utama seseorang dalam memulai usaha ataupun mendirikan sebuah perusahaan adalah untuk menjual sesuatu baik itu barang atau jasa demi mendapatkan keuntungan dari penjualan tersebut. Ketika suatu perusahaan menggunakan system penjualan secara kredit, hal ini tidak luput dengan yang namanya piutang. Karena penjualan kredit akan menimbulkan piutang bagi perusahaan. Piutang yang timbul tersebut haruslah diatur sedemikian rupa guna menghindari kerugian yang akan ditimbulkan mengingat resiko yang sangat tinggi dalam penjualan secara kredit. Kesalahan pengaturan piutang dapat menghambat jalannya kegiatan operasional perusahaan. Karena pelunasan yang tidak sesuai dengan perjanjian kredit akan mengakibatkan berkurangnya aliran dana perusahaan. Bahkan tidak jarang perusahaan bangkrut karena banyaknya piutang yang tidak tertagih sedangkan kebutuhan dana sangat mendesak. Maka dari itu, sangat dibutuhkan suatu system informasi yang mengatur mengenai pengolahan piutang tersebut.

Sistem Informasi Piutang merupakan suatu sistem yang mencatat piutang pelanggan dan menghasilkan faktur, pernyataan pelanggan bulanan, serta laporan manajemen. Tujuan dari Sistem Informasi Piutang, yaitu:

  • Memberikan prosedur yang baku atas aktiva yang berkaitan dengan perolehan informasi mengenai piutang, mulai dari pengakuan sampai proses penyelesaiaan piutang.
  • Memberikan informasi yang tepat mengenai jumlah piutang yang dimiliki oleh peerusahaan sehingga dapat diperhitungkan seberapa besar penyisihan kerugian piutangnya.
  • Sebagai informasi pendukung bagi perusahaan dalam menginformasikan jumlah piutang yang dimilikinya kepada pihak ketiga.

Subsistem dari Sistem Informasi Piutang adalah

  1. Subsitem Informasi Penagihan
  2. Subsistem Informasi Penerimaan Kas

Berikut salah satu contoh penerapan Sistem Informasi Penagihan Piutang PT Polycolor .

flow

Keterangan:

  1. Staff   Finance  menerima Purchase  Order  Customer dari Bagian Sales/Marketing.
  2. Staff   Finance  menerima data dari Bagian Delivery, berupa :
    1. Surat Jalan ( Delivery Order ) Asli
    2. Rekap Surat Jalan ( Delivery Order ) Asli
    3. GRN ( Goods Receiving Notes ) Asli khusus Customer yang menerbitkan GRN
  3. Cek  Surat Jalan , Rekap Surat Jalan dan GRN ( Goods Receiving Notes ) Dengan  Purchase Order Customer .
  4. Berdasarkan Surat Jalan, Rekap Surat Jalan dan GRN yang diterima dari Bagian Delivery, Staff Finance akan melakukan pengecekan terhadap masing–masing Surat Jalan dengan Rekap Surat Jalan dan GRNnya dan dikelompokkan per Customer.
  5. Bila masih ada data yang tidak sesuai, Staff Finance akan menginformasikan ke Bagian Delivery untuk diperiksa kembali oleh Bagian Delivery.
  6. Staff Finance akan men-cross chek  data dari Bagian Delivery dengan Purchase Order Customer yang diterima dari Bagian Sales/Marketing.
  7. Berdasarkan hasil Cross Check antara data Bagian Delivery dan Purchase Order Customer yang  benar dan tepat, maka Staff Finance akan membuat Invoice Penagihan ke Customer dalam Format F-PPP/ACC-11, dengan judul Format Invoice. 
  8. Apabila PO dari Customer belum habis, tetap dibuatkan Invoice Penagihan dan ditagihkan ke Customer oleh bagian Penagihan sesuai dengan jadwal penerimaan tagihan Customer atau ditagihkan sesuai dengan kebijakan masing masing Customer, seperti setiap tanggal 15 dan 30 setiap bulannya.
  9. Invoice Penagihan ke Customer dalam bentuk Format: F-PPP/ACC-11, dengan dibuat dengan mencantumkan hal-hal sebagai berikut: Nama, Alamat dan Contact Person Customer, No. Purchase Order  Customer, No. Invoice Penagihan, Nama, Kode dan Harga Satuan Produk, Jumlah  Total Tagihan, Nomor Rekening  Penerima Pembayaran : PT. POLYCOLOR, Pengesahan dari Direktur  disertai Stempel Perusahaan
  10. Apabila ada returan yang tidak disertai dengan penggantian produk dari PT. POLYCOLOR  maka akan dipotongkan di invoice tagihan Customer yang bersangkutan.
  11. Berdasarkan  Invoice Penagihan ke Customer dan Faktur Pajak Standard yang telah dibuat, maka Staff Finance akan membuat Rekapan Penagihan Customer sesuai format F-PPP/ACC-12  dan dilaporkan ke Manager Accounting dan Finance setiap bulannya.
  12. Apabila ada invoice yang belum terbayar kan dan sudah melewati dari 15 hari dari jatuh tempo invoice tersebut maka Customer akan di diingatkan melalui telepon atau dibuatkan surat pemberitahuan keterlambatan pembayaran hutang dan permintaan pembayaran ke Customer yang bersangkutan.
  13. Bagian Penagihan menerima giro dan tanda terima dari Customer dan menyerahkannya kepada Finance staff untuk disetorkan ke bank.
  14. Staff Finance melakukan pengecekkan di bank apabila ada pembayaran yang dilakukan oleh customer melalui transfer via bank dan memastikan giro yang sudah disetorkan ke bank masuk kedalam rekening bank. Staff Finance harus mengupdate saldo di bank
  15. Staff Finance membuat bukti bank masuk dalam format F-PPP/ACC-07, berdasarkan bukti bank masuk tersebut data dimasukan dalam Laporan Keuangan Bank denagn format F-PPP/ACC-09 dan membuat Laporan Sisa Piutang (AR) F-PPP/ACC-13
  16. Hasil kerja Staff Finance dalam Proses Penagihan ke Customer berupa:
  • Laporan Keuangan Bank dalam format F-PPP/ACC-09
  • Laporan Sisa Piutang (AR) dalam format F-PPP/ACC-13

Dari contoh diatas, dapat kita lihat bahwa ternyata suatu sistem informasi sangat membantu dalam hal pelaksanaa kegiatan perusahaan untuk menghasilkan informasi yang bernilai guna mengambil keputusan dalam aktivitas selanjutnya dan setiap kegiatanya saling berinterkasi atau berketergantungan satu sama lain. Seperti contoh diatas, dari berbagi data yang dikumpulkan sehingga menghasilkan suatu informasi berupa laporan sisa Piutang yang akan digunakan untuk mengabil kebijakan pada penjualan selanjutnya. Sistem yang baik akan menghasilkan sesuatu yang bernilai jika dilaksankan sesuai dengan prosedur sistem tersebut

Sumber Referensi:

Cashin, James A. dkk. 1986. Akuntansi Intermediate I. Jakarta: Erlangga

Adnil Blog.2009,  http://adnilvol.blogspot.com/2009/02/sistem-informasi-akuntansi-piutang.html

Edhipraptono.2012.http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com/2012/09/sistem-akuntansi-piutang.html

S.I.A Pelangi. 2012. Sistem Informasi akuntansi. http://ficha-m.blogspot.com/