(Pertemuan 7,8,9) Representasi data, Sistem dan Konversi Bilangan

REPRESENTASI DATA

Type data terdiri dari:

  • Data Tunggal : Integer, Real, Boolean, Karakter
  • Data majemuk : String

Struktur data meliputi:

  • Struktur data sederhana : array dan record
  • Struktur data majemuk :
    • Linier              : Stack, Queue, linier Link List
    • Non Linier      : Tree, Binary Tree, Binary Search Tree

Integer atau var a (dalam bahasa pemrograman pascal) : Data Numerik yang tidak mengandung pecahan, dan disajikan dalm memori komputer sebagai angka bulat. Operasi yang dapat dilakukan Penambahan, Pengurangan, perkalian, pembagian integer, dan pemangkatan.

Real : Data numerik yang mengandung pecahan digolongkan dalam jenis data real. Operasi yang berlaku pada bilangan integer juga berlaku pada bilangan ral. Sealin itu ada operasi lainya seperti INT (membulatkan bilagan real)

Boolean  ( Logical Data Types) : digunakan untuk melakukan pengecekan dalam suatu program. Elemen datanya hanya da dua yaitu True  dan False. Biasanya dinyakan pula sebagai  1 dan 0

Karakter dan String

Tipe karakter mempunyai elemen seperti (0,1,2,3,……9,A,B,C,….Z,?,”,!,..)

String merupakan barisan hingga simbol yang diambil dari himpunan karakter.

Operasi yang berlaku terhadap string:

  • Length : Menghitung panjang suatu string
  • Concat : Menyambung 2 string atau lebih
  • Substr : Pengambilan beberapa karakter dari suau string untuk menjadi string baru
  • Insert : Menyisipkan suatu string pada string lain di posisi tertentu
  • Delete : Menghapus beberapa string
  • Index : mencari posisi awal suatu string pada string lain.

SISTEM BILANGAN

Sistem bilangan dalam komputer terbagi menjadi 4 yaitu: Bilangan Desimal, Bilangan Binary, Bilangan Oktal, dan Bilangan hexadesimal.

Bilangan Desimal

merupakan bilangan berbasis 10 dengan simbol 0 s.d. 9, Bentuk nilai ini dapat berupa integer desimal atau pecahan.

Integer desimal :

adalah nilai desimal yang bulat, misalnya 8598 dapat diartikan :

8 x 103             = 8000

5 x 102            =   500

9 x 101            =      90

8 x 100            =        8

8598

Pecahan desimal :

Adalah nilai desimal yang mengandung nilai pecahan dibelakang koma, misalnya nilai 183,75 adalah pecahan desimal yang dapat diartikan :

1 x 10 2            = 100

8 x 10 1            =  80

3 x 10 0            =    3

7 x 10 –1           =    0,7

5 x 10 –2           =    0,05

183,75

Bilangan Binary

menggunakan 2 macam symbol bilangan berbasis 2digit angka, yaitu 0 dan 1.

Contoh bilangan 1001 dapat diartikan :

1 0 0 1

1 x 2 0  = 1

0 x 2 1  = 0

0 x 2 2 = 0

1 x 2 3   = 8

10 (10)

Bilangan Oktal

Sistem bilangan Oktal menggunakan 8 macam symbol bilangan berbasis 8 digit angka, yaitu 0 ,1,2,3,4,5,6,7.

Position value system bilangan octal adalah perpangkatan dari nilai 8.

Contoh :

12(8) = …… (10)

2 x 8 0 = 2

1 x 8 1   =

10

Jadi 10 (10)

Bilangan Hexadesimal

Sistem bilangan Oktal menggunakan 16 macam symbol bilangan berbasis 8 digit angka, yaitu 0 ,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,Edan F

Dimana A = 10, B = 11, C= 12, D = 13 , E = 14 dan F = 15

Position value system bilangan octal adalah perpangkatan dari  nilai 16.

Contoh :

C7(16) = …… (10)

7 x 16 0            =     7

C x 16 1             =  192              

199

Jadi 199 (10)

KONVERSI BILANGAN

Konversi bilangan adalah suatu proses dimana satu system bilangan dengan basis  tertentu akan dijadikan  bilangan dengan basis yang lain.

Konversi dari bilangan  Desimal ke biner

Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan dua kemudian diambil sisa pembagiannya.

Contoh :

45 (10) = …..(2)

45 : 2 = 22 + sisa 1

22 : 2 = 11 + sisa 0

11 : 2 =   5 + sisa 1

5 : 2 =   2 + sisa 1

2 : 2 =   1 + sisa 0               101101(2) ditulis dari  bawah ke atas

Konversi bilangan Desimal ke Oktal

Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 8 kemudian diambil sisa pembagiannya

Contoh :

385 ( 10 ) = ….(8)

385 : 8 = 48 + sisa 1

48 : 8 =   6 + sisa 0

601 (8)

Konversi bilangan Desimal ke Hexadesimal

Yaitu dengan cara membagi bilangan desimal dengan 16 kemudian diambil sisa pembagiannya

Contoh :

1583 ( 10 ) = ….(16)

1583 : 16 = 98  + sisa 15

96 : 16 =   6 + sisa 2

62F (16)

Konversi bilangan biner ke desimal

Yaitu dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan position valuenya.

Contoh :

1 0 0 1

                                                            1 x 2 0 = 1

0 x 2 1 = 0

0 x 2 2 = 0

1 x 2 3 = 8

10 (10)

Konversi bilangan biner ke Oktal

Dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap tiga buah digit biner yang dimulai dari bagian belakang.

Contoh :

11010100 (2) = ………(8)

11   010   100

3          2          4

diperjelas :

100 = 0 x 2 0  = 0

0 x 2 1 = 0

1 x 2 2 = 4

4

Begitu seterusnya untuk yang lain.

Konversi bilangan biner ke Hexademial

Dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner yang dimulai dari bagian belakang.

Contoh :

11010100

1101    0100

D             4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s